Implikasi Perkawinan di Bawah Tangan Terhadap Harta Anak Dan Istri (Studi Kasus di Desa Teluk Piai-Kualuh Hilir-Labura)

Authors

  • Irwansyah Putra Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia
  • Abu Bakar Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia
  • Habibullah Habibullah Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59548/je.v4i1.640

Keywords:

Unregistered Marriage, Legal Status, Rights of Wives and Children.

Abstract

Unregistered marriage is a marital practice conducted without official registration and without the presence of an authorized state official, resulting in the absence of legal protection for the parties involved. This condition often causes significant disadvantages, particularly for wives and children, in terms of legal status and property rights. Although it contradicts existing laws and regulations, unregistered marriage remains widely practiced within Indonesian society. This study aims to: (a) analyze the implications of unregistered marriage for the legal status of wives, children, and marital property (a case study in Teluk Piai Village, Kualuh Hilir District, North Labuhan Batu Regency); (b) examine the legal consequences of unregistered marriage based on Law No. 1 of 1974 on Marriage and its amendments; and (c) identify the legal remedies available to protect the rights and status of the parties concerned. This research employs a qualitative approach with a case study design through direct field observation. The findings indicate that unregistered marriage, commonly performed for religious or customary reasons, lacks explicit regulation in Indonesian legislation, resulting in considerable legal vulnerability for wives and children.

References

Aulia, Tim Redaksi Nuansa. 2012. Kompilasi Hukum Islam. Bandung: CV. Nuansa Aulia.

Arikusto, Suharsini. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Al-Musayyar, Sayyid Ahmad. 2008. Fiqh Cinta Kasih. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

Abdurrahman Al-Musnad. Perkawinan Dan Masalahnya, Jakarta: Pustaka Al-kautsar. 2019.

Azam, Abdul Aziz Muhammad., dan Abdul Wahab Sayyed Hawwas. 2014. Fiqh Munakahat. Jakarta: Imprint Bumi Aksara.

Azhary, M. Tahir. 1997. Bunga Rampai Hukum Islam. Jakarta: In hill Co.

Ashshofa, Burhan. 2013. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Abriata Devi Eds, Hendri Tanjung. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Gramata publishing.

Ahmad Azhar Basyir, Hukum Perkawinan Islam, Universitas Indonesia, Yogyakarta, 1989.

Ali, Zaenudin. 2007. Sosiologi Hukum, Jakarta: Sinar Grafika.

Ali Zainuddin, Hukum Perdata Islam Di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika 2006.

Anggito- Albi, Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Jawa Barat: CV Jejak, 2018.

Affinudin dan Benu Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Bungin, M. Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif; komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana.

Dahwadin dkk, Perceraian Dalam Sistem Hukum di Indonesia, Jawa Tengah: Penerbit Mangku Bumi, 2018.

Dahlan M., Fikih Munakahat, Yogyakarta: Deepublish, 2015.

Dimyati Johni, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya, Jakarta: Kencana, 2013.

Faizal Liky, Akibat Hukum Pencatatan Perkawinan, Asas, Vol. 8, Nomor. 2, Juni 2016.

Fitrah dan Luthfiyah, Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus, Jawa Barat: CV Jejak, 2017. G

Ghazaly Rahman Abdul, Fiqh Munakahat, Jakarta: Kencana, 2003. Islami Irfan, Perkawinan Sirri dan Akibat Hukumnya, ADIL, Vol. 8, Nomor 1.

Hazaly Rahman Abdul, Fiqh Munakahat, Jakarta: Prenamedia Group, 2003.

Happy Susanto, Nikah Siri Apa Untungnya, Visimedia, 2007.

Huzemah T. Yanggo, Hukum Keluarga Dalm Islam, Yayasan Masyarakat Indonesia Baru, Palu, 2013

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Majelis Ulama Indonesia, Himpunan Fatwa, Sekretariat MUI, Jakarta, 2010. Majelis Ulama Indonesia, Jurnal Fatwa No. 1 Tahun 2011, Jakarta.

Mustafa Kamal, dkk, Fikih Islam (Sesuai Putusan Majelis Tarjih), Citra Karsa Mandiri, 2002, Yogyakarta.

Masyfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah, Haji Masagung, Jakarta, 1988.

Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Rahmi Meldayati, Psiko-Ekologi, Perspektif IBN A’RABI, Tesis, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Jakarta: 2015.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (1991). Kompilasi Hukum Islam.

Soekanto, S. (2007). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-undang Perkawinan, Leberty,

Subekti. (2005). Hukum pembuktian. Jakarta: Pradnya Paramita.

Sution Usman, Kawin Lari Dan Kawin Antara Agama, Leberty, Yogyakarta, 1989.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Putra, I., Bakar, A., & Habibullah, H. (2026). Implikasi Perkawinan di Bawah Tangan Terhadap Harta Anak Dan Istri (Studi Kasus di Desa Teluk Piai-Kualuh Hilir-Labura). Jurnal Ekshis, 4(1), 30–41. https://doi.org/10.59548/je.v4i1.640