Pengaruh Penyuluhan Penghulu Agama terhadap Tingkat Perceraian di Kecamatan Medan Marelan

Authors

  • Nazri Adlan Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia
  • Habibullah Habibullah Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia
  • Sulaiman Tamba Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59548/je.v4i2.793

Keywords:

Premarital Counseling; Marriage Registrar (Penghulu); Divorce

Abstract

This study aims to analyze the influence of premarital counseling conducted by marriage registrars (penghulu) on the divorce rate in Medan Marelan District. The study was motivated by the increasing dynamics of marriage and the rising number of divorce cases in the district during the 2020–2024 period. A quantitative descriptive approach with a survey method was employed. The research involved 60 respondents, determined using the Slovin formula, and was supported by interview and documentation data obtained from the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama—KUA) of Medan Marelan District. The data were analyzed using descriptive statistical techniques and supported by simple linear regression analysis. The findings indicate that premarital counseling has a positive influence on improving couples' mental preparedness, understanding of marital rights and obligations, communication skills, and conflict management within the family. Although the overall divorce rate remained relatively low, ranging from 1.27% to 2.53%, empirical evidence revealed an increase in divorce cases during 2023–2024, primarily due to economic hardship, emotional unpreparedness, ineffective communication, and the lack of sustainable post-marital guidance. This study concludes that premarital counseling provided by penghulu contributes significantly to strengthening family resilience and reducing the risk of divorce.

References

Abubakar, A. (2023). Alasan kemiskinan sebagai penyebab perceraian pada masyarakat Pidie. Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 32–38.

Agama, Kementerian. (2004). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 477 Tahun 2004.

Alam, S. (2020). Pembinaan pranikah dalam peningkatan pemahaman keagamaan calon pengantin di KUA Kecamatan Sleman. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(1), 25–30.

Ananda, V., & Itryah. (2023). Persiapan pernikahan dengan pendekatan psikologis di Kelurahan 8 Ulu Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(2), 759–766.

Ariani, A. I. (2019). Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan sosial anak. Phinisi Integration Review, 2(2), 257.

Bakhtiar, H. S. (2014). Pengertian perceraian dan dasar hukum perceraian. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 13(2), 1–18.

Cahaya, R. M., & Sinulingga, N. N. (2023). Pendidikan pra nikah dalam perspektif Islam: Tingkat pernikahan dini dan perceraian. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(3), 592–600.

Cholil. (2024). Urgensi bimbingan pranikah menuju keluarga sakinah. Al-Muttaqin: Jurnal Studi Sosial dan Ekonomi, 5(1), 22–31.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. (2013). Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/542 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kursus Pranikah.

Juwita, D. R., & Malik, R. (2024). Perceraian dari sudut pandang agama dan negara. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 12(2), 49–60.

Fajri, M. (2012). Selingkuh sebagai salah satu faktor penyebab perceraian (Analisis Putusan No. 3958/Pdt.G/2012/PA.Sby perspektif maqashid syariah). Studi Hukum Islam, 66, 37–39.

Fajrini, F., Romdhona, N., Herdiansyah, D., et al. (2024). Analisis faktor ketidakharmonisan suami istri sebagai penyebab perceraian. Kedokteran dan Kesehatan, 20(1), 55–73.

Farid, D., Pakarti, M. H. A., Hendriana, H., Fathiah, I., & Taufik, M. I. (2023). Praktik pernikahan dan perceraian di bawah tangan (Studi kasus faktor penyebab dan implikasi pada masyarakat Sukajadi Kota Bandung). Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 6(1), 53–67.

Gepeng Rambe, Z., & Nasution, S. (2023). Strategi komunikasi konseling penyuluh agama dalam meminimalisir perceraian di Kabupaten Aceh Singkil. Perspektif, 12(1), 309–320.

Hafifi, I., & Saepullah, U. (2022). Fungsi penghulu menurut Permenpan Nomor 62 Tahun 2005 sebagai mediator di tingkat kecamatan dalam kasus perceraian. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 3(1), 33–48.

Hamsa, A., & Mairizal, T. (2021). Peran penghulu dalam penyelesaian perkara perceraian (Studi kasus pada KUA Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya). Al Ahkam, 17(2), 1–18.

Harahap, R. H., Asmuni, A., & Khoiri, N. (2022). The effectiveness of premarital marriage guidance (Islamic education guidance model) in reducing the high divorce rate in KUA North Sumatera Province. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(3).

Hasan, A. (2022). Persepsi masyarakat terhadap efektivitas bimbingan pra-nikah di KUA Kecamatan Simpang Kanan. El-Usrah, 5(1), 12–22.

Husna, J., Afrizal, T. Y., & Hamdani. (2022). Bimbingan pranikah untuk mengurangi perkara perceraian (Studi penelitian pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 5(2), 149–163.

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Adlan, N., Habibullah, H., & Tamba, S. (2026). Pengaruh Penyuluhan Penghulu Agama terhadap Tingkat Perceraian di Kecamatan Medan Marelan. Jurnal Ekshis, 4(2), 108–124. https://doi.org/10.59548/je.v4i2.793